“Pengalaman Panjang atau Pengalaman Berulang”, Inspirasi dari Jamil Azzaini | Kubik Leadership – Penulis Tuhan, Inilah Proposal Hidupku, Penulis DNA Sukses Mulia

Salam Akselera.

Inspirasi ini diperoleh dari Bapak Jamil Azzaini, salah satu motivator jempolan Indonesia pada saat singgah di Malang pada awal 2010. Dalam monolognya, Pak Jamil menceritakan mengenai perjumpaannya dengan seorang guru, yang mengaku telah mengalami proses panjang dalam mengajar, hampir dua puluh tahun sang guru telah mengabdikan curahan waktu dan pikirannya sebagai seorang tenaga pengajar. Entah kenapa, sekarang sang guru mengeluh bahwa anak-anak sekarang tidak lagi seperti dulu, tidak lagi punya sopan santun, dan cenderung sok tahu, yang tentunya

hal tersebut sangat mengganggu ketenangan dan kenyamanan sang guru dalam mengajar.

Mencerna situasi yang terjadi, Pak Jamil segera menanyakan, apakah selama puluhan tahun yang dihabiskan untuk mengajar, apakah ada perkembangan atau penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan oleh sang guru? Apakah ada peningkatan-peningkatan yang dilakukan? Apakah ada upgrade-upgrade skill atau metode? APakah ada suatu upaya untuk stay up to date dengan dinamika yang terjadi? Ternyata, upaya-upaya dalam hal ini amatlah minimal. Sang guru just do it like it should, dengan sebuah konsistensi yang bertahan hingga puluhan tahun.

Kisah ini bisa kita ambil intisarinya, dimana kita sering terjebak diantara pemahaman pengalaman panjang dengan durasi waktu, menitikberatkan pada kuantitas, bukan kualitas atau bobot dari apapun yang kita lakukan. Menurut catatan Pak Jamil, ada hal yang menarik dari hal ini, misalnya sang guru tadi, yang mengaku memiliki pengalaman mengajar hampir selama 20 tahun, ternyata hal ini tidak bisa langsung disepakati dan disetujui secara aklamasi, namun harus diverifikasi terlebih dahulu, apakah memang betul pengalamannya selama 20 tahun, atau malah jangan-jangan pengalamannya hanya sekualitas dua tahun, yang berulang selama 10 kali periode, dalam sebuah rutinitas yang statis hingga akumulasi 20 tahun ?

Bagaimana dengan kita? apakah pengalaman kita dalam melakukan sesuatu betul-betul sudah sepanjang periode yang kita jalani? atau malah terjangkit sindrom yang sama, pengalaman yang sebenarnya sangat terbatas, namun rutin dan sekedar berulang selama belasan atau puluhan tahun?

Semoga bermafaat.

Akselera | lembaga Pelatihan Favorit Indonesia

Perihal Faizal Alfa Z.
Praktisi dan Trainer Internet Marketing, owner www.bikinprofil.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: